Psikologi Raos

Rp 100.000Rp 80.000

Penulis: Ryan Sugiarto

Penerbit: Pustaka Ifada

Deskripsi:

Buku ini menarik bagi siapapun yang
menggeluti psikologi dan filsafat serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Khususnya bagi
yang berminat pada teori-teori psikologi dan filsafat khas Nusantara. Memang
tak bisa diingkari, jika teori-teori yang diajarkan di perguruan tinggi
Indonesia berkiblat pada ilmu pengetahuan yang berasal dari barat. Para sarjana
itu kemudian ‘meng-copy-paste’ pemikiran
dan ilmu tersebut untuk diajarkan dan dicoba-terapkan dalam konteks sosial dan
perilakunya di Indonesia. Dalam konteks kemandirian ilmu pengetahuan, bangsa
ini pun masih tergolong ‘konsumen’, belum
jiwa mardika, masih jiwa jemajah. Menjadi
ironi jika selanjutnya muncul anggapan sanajan
kajajah yen sugih ya kepenak, walaupun terjajah kalau kaya ya enak.Apakah salah (melulu) berkiblat
pada ilmu pengetahuan barat? Jawabannya bisa kita peroleh dengan merenungkan
kata-kata Ki Ageng Suryometaram (KAS) berikut , ‘tiru tiru kuwi ora tiru jalaran sing ditiru ora tiru tiru’, meniru
itu tidak akan sama dengan yang ditiru karena yang ditiru bukan hasil dari
meniru.Rasa menurut Immanuel Kant adalah
afektif, hampir mirip konsep feeling
atau affection. Hal ini berbeda
dengan yang dimaksud KAS bahwa rasa itu adalah soul atau jiwa. Raos atau Rasa yang dimaksud KAS itu berada dalam
sebuah interval antara affection dan soul (Prof.Drs. Koentjoro S, MBSc.PhD.).
Buku ini ditulis oleh Ryan
Sugiarto dalam upaya melakukan saintifikasi, agar sebuah gagasan/pemikiran
menjadi ilmu pengetahuan dan bersifat universal. Dari ‘Kawruh Jiwa’ menjadi Psikologi Raos (Rasa), sebuah produk
pengetahuan dari sistem nalar lokal.







Sedangkan bagi kepentingan non akademik, pembaca dapat
belajar ilmu bahagia, Kawruh
(pengetahuan) Jiwa, sebuah konsepsi
yang dapat digunakan untuk memahami hidup dan kehidupan. KAS mengatakan, bahwa
hidup akan mencapai tahap bahagia yang sempurna apabila ‘rasa’ ditata, karena
di dunia ini tidak ada yang layak dihindari mati-matian ataupun dikejar
mati-matian.




Tersisa hanya 3! Beli

Bagikan: