main.javascript_is_disabled
Epistemologi Islam: Integrasi Agama, Filsafat, dan Sains dalam Perspektif Al-Farabi dan Ibnu Rusyd
Rp 72.000
Rp 90.000
20 % off
Dilihat 59
Stok 10
Berat Pengiriman 480 gram
Kategori:
Filsafat
ISBN: 978-602-313-182-2 Tahun Terbit: 2017
Deskripsi:

EPISTEMOLOGI ISLAM

Integrasi Agama, Filsafat, dan Sains

(Perspektif Al-Farabi dan Ibn Rusyd)

 

Dr. A Khudori Soleh, M.Ag

Ar-Ruzz Media, 17 x 24

Al-Farabi (870—950 M), yang mewariskan sedikitnya 119 karya tulis, adalah tokoh besar setelah Aristoteles (384—322 SM) yang berjasa mendefinisikan batas-batas dari setiap cabang pengetahuan serta merumuskan setiap disiplin ilmu dalam suatu metode paling sistematik dan permanen dalam peradaban Islam. Rumusan dan klasifikasi ilmunya dikenal secara luas oleh masyarakat dan paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Islam periode awal. Karena itulah, dia diberi gelar al-Muallim al-Tsâni (Guru Kedua) dalam pemikiran Islam setelah Aristoteles (384—322 SM) sebagai “Guru Pertama”. (Prof. Sayyid Husein Nasr)

Sumbangan Ibn Rusyd (1126—1198 M), tokoh yang menulis 117 buah buku, dalam filsafat dan sains hanya dapat disejajarkan dengan Al-Farabi (870—950 M) dan Ibn Sina (980—1037 M), dua pesaingnya di Timur. Meski demikian, Ibn Rusyd (1126-1198 M) masih mengungguli keduanya dalam tiga hal pokok: (1) kemahirannya dalam menguraikan dan menafsirkan pemikiran Aristoteles (384—322 SM) sehingga diberi gelar “Sang Komentator”; (2) kontribusinya pada bidang fiqh (yurisprudensi); (3) sumbangannya pada bidang teologi. (Prof. Majid Fakhry)

Ibn Rusyd (1126—1198), tokoh terbesar Aristotelianisme Muslim, telah berjasa mengupayakan sistesis terbesar antara tradisi filosofis Yunani dengan kepercayaan pada Tuhan Yang Esa. Sistemnya tidak hanya “memberi kepenuhan” pada pemikiran Yunani di mata kaum teis, tetapi juga memberi landasan pada periode skolastik dalam tradisi teologi Kristen yang telah menghasilkan karya teologi filosofis paling sistematis yang pernah saya kenal dalam tradisi Kristen. Ajaran-ajaran Ibn Rusyd tentang penciptaan yang memperlihatkan bagaimana Tuhan dapat menjadi Penyebab langsung keberadaan dunia adalah sangat dekat dengan gambaran yang diberikan Alkitab maupun Al-Quran mengenai penciptaan daripada pendahulu-pendahulu Neo-Platonismenya. (Prof. Philip Clayton)

Kajian tentang epistemologi Al-Farabi dan Ibn Rusyd, menjadi sangat relevan saat ini. Pertama, kedua tokoh ini sama-sama berusaha mempertemukan dikotomi antara wahyu, rasio, dan realitas, yang saat ini dikenal dengan program islamisasi atau integrasi ilmu. Kedua, adanya kecenderungan kuat di kalangan muda Muslim kontemporer untuk mengkaji ulang warisan keilmuan Islam klasik dalam upaya membangun peradaban Islam masa depan. Ketiga, kedua tokoh secara geografis mewakili wilayah Islam Timur dan Barat, dan secara keilmuan mewakili tradisi neo-Platonis dan Aristotelian Islam sehingga kajian keduanya berarti merangkum keseluruhan wilayah dan mazhab besar pemikiran filsafat Islam.

Dukungan Pengiriman:

Kilat Khusus
Express
EZ
OKE
REG
YES
ECO
ONS
REG
Normal Service